Sunday, July 11, 2010

Ke Pinang (Penang) tuk hilangkan pening

Tidak berlebihan bila Pulau Penang (baca inggris: pi-naeng; malay:pinang) memilih tagline untuk brosur pariwisatanya "Penang has it all".

Aman, nyaman dan enak di kantong adalah alasan utama saya memilih Penang dibanding Kuala Lumpur. Kala itu, Novembver 2009, dua tujuan ini memiliki tarif tiket pesawat budget airlines yang sama.

Mendarat di bandara

Setelah melewati hujan ringan, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari Singapura, maka pemandangan bukit-bukit kecil nan hijau menyambut saya.
Bandara Internasional Penang memiliki 2 lantai, sayapun harus menanyakan pada petugas untuk mencari pintu keluar ke kota. Karena tujuan saya adalah penginapan yang berada di George Town, maka saya menanyakan nomor bus dan tempat menunggunya.

Brosur-brosur tentang Penangpun dapat dengan mudah ditemui. Ada 3-4 macam brosur berbeda, namun hampir semua dilengkapi peta pulau Penang.

Macam-macam brosur yang bisa didapat di airport

Penginapan

Dari airport ke terminal Komtar di Geroge Town dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Dari terminal Komtar saya memutuskan mencarter taksi menuju tempat menginap saya, 10 RM tanpa argo. Sebelum berangkat saya memesan penginapan di YMCA melalui telepon, karena seorang teman perempuan menginap di sana ketika berpergian seorang diri. Hostel ini cukup bagus, kamar yg paling murah memiliki 2 single bed, AC, TV, air panas, telepon, sarapan. Namun petugas resepsionis yang saya temui tidak semuanya mengerti seluk beluk pariwisata di Penang. Dan lagi sebenarnya lokasinya tidak terlalu strategis, agak jauh ke terminal Komtar, jauh dari tempat makanan (hawker center), mini market dan yang terutama jalan di depannya one way, sehingga dibutuhkan jalan memutar jika kita hendak ke Komtar, atau jalan kaki 5 menit ke halte terdekat menuju Komtar.

Sistem Transportasi

Sekilas pandang, transportasi yang ada hanya bus (besar) dan taksi. Dan inilah yang membuat Penang terlihat bersih dan rapi. Hampir semua lokasi dapat dicapai dengan bus, hanya saja waktu tunggunya cukup lama. Mayoritas bus dikelola oleh Rapid Share. Armadanya baru dan bersih, AC nyapun dingin.

Ketika saya sedang menunggu bus di airport ke terminal Komtar, ibu petugas yang melihat dengan jelas bahwa saya seorang turis, menawarkan tourist passport seharga 20 RM yang berlaku untuk seminggu. Tourist Passport adalah pass untuk bus-bus di pulau Penang.

Tarif bus di Penang bervariasi sesuai jauh dekatnya. Karena masih bersistem manual (memasukkan uang dan koin) kita harus menanyakan dahulu tujuan akhir kita baru bus captain dapat memberi tahu jumlah tarif yang harus kita bayar. Harap diperhatikan, bus captain sama sekali tidak menyediakan uang kembalian. Untuk alasan ini lah saya memilih membeli tourist passport tadi walaupun cuma berada di Penang efektif 2 hari . Tapi dengan tingkat mobilitas saya sebagai turis, sehari saya butuh 5-6 RM dan saya tak kuatir menentukan di mana saya tepatnya harus turun plus menyediakan uang receh.
Tourist Passport

Rute bus Rapid Share di balik Tourist Pass

Semua bus menuju ke terminal Komtar. Yang mirip dengan terminal blok M, namun lebih kecil. Lucunya bus-bus Rapid Share tadi hanya berhenti ketika ada penumpang turun atau naik. Mereka tidak menunggu lama, sama sekali tidak. Dan jengkelnya, mereka masuk terminal tidak sesuai line. Jadi harus jeli mengamati bus-bus nomor berapa saja yang datang.

Bus-bus tujuan tertentu memerlukan waktu lama untuk sampai ke Komtar, seperti bus ke airport (walaupun ada 2-3 bus menuju airport), ke Penang Hill (saya memerlukan hampir 2 jam menunggu sampai penumpang2 ke arah sana membentuk 1 grup kecil sendiri).

Makanan

Saya tidak aktif mencicipi makanan Penang yang terkenal enak itu. Hanya mencoba Laksa Penang di Gurney Drive (terkenal dengan jejeran hawker center-nya, dengan harga turis pula), yang memang jauh berbeda dari Laksa Singapura, rojak, dry hor fun (yang adalah hor fun siram , bukan dry beneran) dan soto mee hon di sebuah warung.
Rata-rata makanan di luar mall sektar 2-5 RM. Saya pernah mencicipi soto bihun di warong pinggir jalan seharga 2,5 RM. Tapi jangan bilang di mall, sama mahalnya dengan di mall Singapura. Dan lagi, mall tutup sekitar pukul 9, suatu ketika saya kehabisan tempat untuk mencari makanan. Ada McDonald tapi saya mencoba masuk ke restaurant noodle saja.
Dry Hor Fun, with Bee Hoon inside
Gurney Drive Hawker Center

Tempat-tempat Menarik

- hutan
Hari pertama saya memutuskan menuju tempat paling ujung yang ingin dan bisa saya jangkau dengan mempertimbangkan waktu yang saya miliki. (Saya tidak menjangkau kampung nelayan, takut tersesat dan memakan banyak waktu). Setelah melalui perjalanan dengan bus selama kurang lebih 1 jam sampailah saya di Penang National Park. Taman nasionalnya telah buka tapi "cannopy walk" nya belum. Maka saya memutuskan untuk menunggu 30 menit. Perlu membayar 5 RM utk wahana cannopy walk tadi. Cukup murah bukan. And not bad at all :)

Peta Penang National Park di brosur

Setelah sedikit berkonsultasi dengan petugas kantor pengunjung,tujuan saya berikutnya adalah jalan melalui hutan menuju Pantai Kerachut. Tapi saya harus memutar sedikit karena pemberhentian pertama saya adalah cannopy walk sebelum ke pantai Kerachut.

Berseberangan dengan kantor pengunjung, di dalam area National Park, terdapat outlet penjual suvenir, minuman. Ternyata outlet satu2nya ini menyediakan jasa utama sebagai guide resmi untuk hiking dan kegiatan di dalam taman. Namun bukan berarti kita tidak bisa berjalan sendiri menjelajahi hutan seperti saya. Mereka juga menyediakan jasa tur ke pulau2 tetangga seperti diving ke Tioman dan ke Langkawi, yang hanya 1 jam dengan boat dari Penang. Pasangan dari Belanda yang sedang menunggu kapal boat mereka menawarkan saya untuk bergabung bersama. Tujuan akhirnya sama: pantai Kerachut. Tapi saya lebih ingin melihat hutan di dalam, tidak melulu pantai.

Track dimulai dengan jalan setapak menyisir pantai, baru masuk ke dalam kerimbunan hutan.Di dalam hutan luar biasa indah dan menyenangkan.
Teduh dengan kicauan burung dan aliran air yang menyejukkan. Ada juga tersedia camping ground yang bersih dan rapi. Beruntung saya tak perlu melihat atau menemui ular dan hewan melata lainnya.
cannopy walk
- pantai
Penang memiliki beberapa pesisir pantai yang indah, namun tidak ideal untuk snorkling dan diving. Dalam perjalanan ke National Park sendiri, saya melewati pantai Batu Ferringhi yang terkenal, dengan resort2 dan hotel2 mahal, yang pernah dihantam Tsunami th 2004 silam.

Setelah sekitar 1 jam berjalan di dalam hutan Penang National Park, sampailah saya di pantai Kerachut, again melewati jembatan yang menghubungkan hutan dan pantai. Dan di bawah jembatan adalah tasik (danau) Unik. Dibilang unik karena itu adalah meromictic lake dan satu2nya di Asia. Saya baru melihat airnya ketika hendak kembali masuk ke hutan.

sekilas info tasik Unik

tasik Unik ketika dipenuhi air

pantai Kerachut

Pantai Kerachut memiliki pasir putih yang besar-besar dan kasar. Di sekitar pantai ada tanda lintasan penyu, kalau kita tahu timingnya (yg disebutkan di brosur) maka kita bisa melihat penyu bertelur dan anak2nya menuju laut. Taman Nasional ini sangat berfungsi bagi alam rupanya. Tak jarang saya melihat burung Langkawi atau elang coklat ketika beristirahat di pinggir pantai Kerachut tadi.

Dalam perjalanan kembali ke Komtar, saya mengurungkan niat untuk mampir sekedar duduk2 di pantai Batu Ferringhi, selain matahari makin terik plus kaki saya sudah capek abies. Jadi saya menikmati panorama Batu Ferringhi dari dalam bus saja. Bagi yang berminat dengan parasut dan permaian banana boat , semua ada di sini.

- kota tua
Bagian dalam George Town adalah termasuk dalam situs Unesco World Heritage. Untuk mengelilinginya sebenarnya telah disediakan free shuttle bus yang berhenti di halte2 tertentu. Berjalan kaki seputar kota tua George Town sendiri cukup mengasyikkan. Mereka punya little India, Chinatown dan banyak dijumpai agen2 travel seperti diving ke tempat2 lain di Malaysia.

jalan Kapitan Keling, George Town


City Hall, George Town

- museum
Ada banyak museum dan tempat bersejarah di Penang dan mereka memiliki waktu buka yang cukup singkat, seperti layaknya museum2 di tempat lain. Jadi saya hanya berhasil mengunjungi Penang Peranakan Mansion dan sangat amat tidak menyesal menjatuhkan pilihan pertama ke sana. Mansion peranakan terkenal yang lain adalah Blue Mansion atau Cheong Fatt Tze Mansion (susah sekali ya namanya), tapi karena waktu saya harus memilih salah satu. Menurut info, Blue Mansion selain tarif masuk lebih mahal, dilarang memfoto di dalam, apalagi memegang. Ketika saya mengecek di website mereka, sebenarnya dilarang untuk berfoto atau memegang, tapi kenyataanya kami semua bebas, asal tidak vandalis.

Saya bertemu ibu-ibu(not tat old anyway) museum guide yang cukup menyenangkan, dan saya baru menyadari mereka tidak berbahasa mandarin sama sekali! Inggrispun pas-pas an untuk beberapa guide.

Menurut ibu guide yang fasih berbahasa Inggris ini, Museum Peranakan ini memiliki koleksi paling lengkap, hal itupun diakui pihak Museum Peranakan of Singapore yang sering melakukan studi ke sana.


Penang Peranakan Mansion di jalan Labuhan Gereja, George Town



- handicraft dan batik
Sayang saya belum berhasil menemukan dan mengunjunginya. Bahkan di mall internasional seperti Gurney Drive Mall, tak terlihat produk handicraft. Saya menemuinya di airport, tapi jangan tanya harganya.
Yang paling saya suka adalah pembatas buku dekoratif Peranakan dari Arch, seharga @ 7.9 RM.


Arch souvenir shop at the airport

Garis Besar Jadwal saya:

- hari pertama:
- Penang National Park : cannopy walk, pantai Kerachut, Tasik Unik

- Penang Bridge

- hari kedua:
- Penang Hill
- George Town - gedung2 bersejarah & Penang Peranakan Mansion
- Gurney Drive Hawker Center


tips:
- tidak semua orang berbahasa inggris, termasuk sopir bus, jadi harap bersabar
- sediakan uang receh secukupnya untuk bus, karena mereka tidak memberikan kembalian kecuali rekan membeli tourist passport di airport
- Jangan lupa botol minum dan snack, karena tidak selamanya dijumpai warong atau minimarket
- sunblock is a must

*Images under copyrights of Yenny

4 Comments:

johan said...

selamat ya..yg udah liburan ke penang

pyor said...

Itu sebenarnya bukan liburan tapi karena perpanjangan social visit pass saya di Singapura ditolak, maka saya harus keluar negri. :)

sus said...

wahhh aku jatuh cinta sama jembatan gantungnya.. keren bokkk. jadi inget2 di bengkirai beberapa tahun lalu.

dolphinrider said...

nice review...mantaff...