Tuesday, September 11, 2012

Keliling Bangkok dengan Bus Kota

Taksi di Bangkok relatif murah dibandingkan dengan taxi di ibu kota negara lain di dunia, tapi taxi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Beberapa pengemudi taxi tidak mau menggunakan argo, beberapa lagi mungkin tidak tahu tempat tujuan yang Anda inginkan dan beberapa pengemudi lainnya bahkan langsung menolak  membawa Anda ke manapun.
Skytrain BTS dan kereta bawah tanah MRT masih terbatas jangkauannya, sehingga bus Thailand masih sangat bermanfaat untuk menjangkau kota-kota dan propinsi terpencil tanpa harus naik taksi  atau mobil pribadi. Dalam area Bangkok dan sekitarnya, tiket bus mulai dari yang gratis hingga 18 Baht dan Anda dapat menumpang bus malam VIP menuju ke Phuket atau Hat Yai maksimal 1500 Baht.  Sistem bus tidak terlalu mudah dijelaskan di peta, jadi ini adalah panduan bagi para pemula pengguna bus untuk para backpacker di Bangkok.

Dalam area Bangkok dan sekitarnya:

Pertama-tama, lakukan penelitian, kunjungi BMTA (www.bmta.co.th/en) untuk mendapatkan gambaran umum. Peta-peta tidak sangat menolong, tetapi rute/nomor bus telah terdaftar di  semua tempat wisata utama. Jika Anda punya waktu (beberapa rute bus mengular di seluruh kota dan terjebak dalam kemacetan lalu lintas dalam waktu yang lama), Anda bisa pergi ke mana saja di kota untuk beberapa Thailand Baht .
Ada perbedaan  warna bus untuk zona yang berbeda. Nama-nama mereka dalam bahasa Thai dan sering sekali mereka tidak berhenti di halte yang seharusnya, jadi Anda harus tahu nomor rutenya dan tekan tombol ketika akan turun – mintalah teman sesama penumpang untuk mengingatkan jika Anda tidak yakin dengan nama halte. Halaman wikipedia memiliki panduan yang baik untuk rute dan warna bus: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_bus_routes_in_Bangkok

Setelah naik bus, tunggu kondektur memberikan tiket dan berpeganganlah jika tidak mendapat tempat duduk-- sopir bus di Bangkok sudah dikenal tidak menaati hukum fisika. Bus juga bisa sangat padat saat jam sibuk pada hari kerja, jadi jangan berharap bisa leluasa pada jam - jam tersebut, atau sebaiknya hindari jam-jam sibuk.

Bus gratis:
Untuk tumpangan gratis yang sesungguhnya, ada bus gratis, yang pada awalnya sulit bagi orang asing untuk melihat. Tetapi sekali Anda mengetahuinya, selanjutnya Anda akan mengenali mereka. Ini hanya bus biasa dengan stiker biru dengan tulisan Thai ditempelkan di dash board pengemudi, jendela depan bagian atas, di atas pintu samping dan/atau di jendela belakang. Jika ragu, tunjuk saja dan tanya seseorang: 'Gratis?’

Bus jarak jauh

Dari Terminal Bus Ekkamai:
Mudah sekali untuk menemukan terminal ini: tepat di stasiun BTS Ekkamai. Bus-bus di sini melayani  tujuan di sisi timur Teluk Thailand, dari Pattaya sampai dermaga Leam Ngop di Provinsi Trat. Anda dapat pergi ke sana untuk memesan tiket beberapa hari atau bahkan beberapa jam sebelumnya atau pesan online melalui Thai Ticket Major dan membayar dengan kartu kredit atau via bank, 7-Eleven atau kantor pos - pilihan yang cukup nyaman jika Anda khawatir tidak mendapat tempat duduk. http://www.thaiticketmajor.com/bus/buy-bus-tickets_eng.php.

Dari Terminal Bus Selatan yang Baru (Sai ​​Tai Mai):
Ini adalah terminal besar dengan mal, pujasera, warung, jaringan restoran dan lusinan kios, namun semua ditandai dengan jelas. Bus-bus di terminal ini melayani semua tujuan utama di sisi Barat Teluk Thailand, termasuk Hua Hin, Chumpon, Koh Samui, Phuket, Krabi dan Hat Yai.

Bagian paling sulit adalah untuk sampai  di sini - Sai Mai Tai dijangkau setidaknya 30 menit berkendara dari stasiun kereta api Hua Lamphong atau BTS Wongwian Yai – bahkan hingga satu jam di saat jam sibuk pada hari Jumat, ketika susah sekali memanggil taksi. Sebagian besar bus malam berangkat jam 7 -9 malam, sehingga lebih baik tiba di terminal ini lebih awal (paling lambat jam 4 sore) dan menghabiskan waktu di terminal untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan berpotensi ketinggalan bus Anda.
Cara tercepat mencapai terminal ini adalah menumpang  taksi dari stasiun Hua Lamphong atau Jalan Khao San. Dari BTS Wongwian Yai ke terminal ini jaraknya sama, tapi sulit menemukan taksi di sini. Untuk wisatawan dengan sedikit barang bawaan , ada bus umum (no. 515) dan minivan yang berangkat dari Victory Monument menuju ke Sai Mai Tai. Tiket bus dapat dipesan di terminal (rambu dalam bahasa Inggris), tapi untuk perjalanan di akhir pekan yang panjang lebih baik memesan seminggu sebelumnya - yang paling nyaman melalui Thai Ticket Major atau melalui agen perjalanan lokal.
Peringatan: ada terminal lama Sai Tai, tetapi sopir taksi kebanyakan sudah tahu untuk tidak membawa Anda ke sana.

Terminal Bus Mo Chit:
Mirip dengan Sai Mai Tai, hanya saja terminal  ini melayani semua tujuan utama di Thailand Utara dan Timur Laut Thailand (Isaan) - Kanchanaburi, Chiang Mai, Chiang Rai, Nan, Mai Sod dll., dengan beberapa tujuan di Thailand Selatan juga. Anda dapat menumpang taksi kesana atau naik BTS ke stasiun Mo Chit dan kemudian naik taksi (karena terlalu jauh untuk berjalan). Ini adalah terminal besar, dilengkapi papan berbahasa Inggris, warung makan, ATM, kios, toko, loket penjualan tiket, restoran dan tempat pijat.

Dari bandara Suvarnabhumi:
Jika Anda ingin berhemat, gunakan Bus antar-jemput bandara. Empat rute yang berbeda mencakup hotel –hotel terkenal di Bangkok – sangat menolong  jika hotel Anda adalah salah satu tempat dimana bus berhenti dan Anda tidak perlu bersusah payah dengan bagasi Anda di stasiun Airport Link. Biaya antar jemput ini cuma 150THB, dan beroperasi antara jam 5 pagi hingga tengah malam.

6 Comments:

Andrea da Bangkok said...

To be honest I don't understand what Eni wrote but I trust her... she liked my pictures so...

Eni Susiana said...

Photo taken by Andrea Bicini at Rama 1, Bangkok, gracias :)

Anonymous said...

liputannya ok banget, thanks for sharing..

karthik sekar said...

your website content very nice but you template not beauty please change your website themes just click Bigmass Templates

Mee said...

aaa telat baca blog ini :((

paket karimunjawa said...

tulisan yang sangat bagus, bermanfaat, terimakasih ya,
karimunjawa jepara